BAPPERIDA MENERIMA KUNJUNGAN KERJA BAPPERIDA CIREBON TERKAIT MANAGEMEN ARSIP KLA

BAPPERIDA MENERIMA KUNJUNGAN KERJA BAPPERIDA CIREBON TERKAIT MANAGEMEN ARSIP KLA
BAPPERIDA MENERIMA KUNJUNGAN KERJA BAPPERIDA CIREBON TERKAIT MANAGEMEN ARSIP KLA
BAPPERIDA MENERIMA KUNJUNGAN KERJA BAPPERIDA CIREBON TERKAIT MANAGEMEN ARSIP KLA

Bapperida Klaten terima kunjungan kerja Bapperida Cirebon terkait meningkatkan Manajemen Tatanan Arsip dan Dokumentasi dalam Kluster Kabupaten Layak Anak (KLA) di Ruang Rapat Utama Gedung BLOK B (B2) (12/08).

Manajemen tatanan arsip dan dokumentasi dalam program Kabupaten Layak Anak (KLA) merupakan elemen vital yang berfungsi sebagai bukti administratif dan instrumen utama dalam proses evaluasi serta penilaian mandiri (self-assessment). Setiap dokumen yang dikelola menjadi bukti dukung (evidence) penting untuk memenuhi 24 indikator keberhasilan yang tersebar di dalam 5 klaster substantif KLA.

Penguatan Kelembagaan & Manajemen Umum KLA Dimana dokumentasi dasar tata kelola KLA wajib diarsipkan secara terpusat oleh Gugus Tugas KLA. Tata Arsip Berdasarkan 5 Klaster Substantif KLA Dimana Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penanggung jawab indikator wajib mengelompokkan dokumen pendukungnya ke dalam klaster yaitu Klaster I: Hak Sipil dan Kebebasan, Klaster II: Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif, Klaster III: Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan, Klaster IV: Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang, dan Kegiatan Budaya, Klaster V: Perlindungan Khusus Anak.

Dalam pelaksanaan evaluasi Kabupaten Layak Anak (KLA), Pemerintah Kabupaten Klaten menghadapi sejumlah kendala, antara lain : proses pengumpulan data dan dokumen pendukung yang masih dilakukan secara manual, penyimpanan data yang tersebar di berbagai perangkat daerah, serta belum adanya sistem yang mampu memantau capaian indikator secara terpadu. Kondisi tersebut menyebabkan proses verifikasi membutuhkan waktu yang lama, koordinasi antar pemangku kepentingan kurang optimal, dan penyusunan laporan evaluasi menjadi kurang efisien.

Berangkat dari permasalahan tersebut, DISSOSP3APPKB Kabupaten Klaten mengembangkan dua inovasi digital yang saling terintegrasi, yaitu SIEKOLAK (Sistem Informasi Evaluasi Kelompok OPD Layak Anak) dan SITIE KEDELAK (Sistem Informasi Evaluasi Kecamatan, Desa/Kelurahan Layak Anak) sebagai bagian dari transformasi digital penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak.

Pengembangan Inovasi Ini didukung oleh kolaborasi lintas sektor yang melibatkan DISSOSP3APPKB sebagai leading sector, DISKOMINFO Kabupaten Klaten dan Tim Teknis Pengembangan Kabupaten Layak Anak (TTP KLA) Kabupaten Klaten.

Monitoring dan evaluasi inovasi SITIE KEDELAK dan SIEKOLAK dilaksanakan secara berkelanjutan melalui pendekatan monitoring berbasis sistem digital, verifikasi berjenjang, serta pemberian penghargaan (reward system) sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja para pemangku kepentingan.

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0